Teori Elektron Terkait Struktur dan Reaktivitas

KIMIA ORGANIK | Teori Elektron

Terkait Struktur dan Reaktivitas

Daftar Isi Materi Kimia Organik

Pada akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh, penemuan besar tentang atom menempatkan teori struktur molekul dan ikatan di atas pondasi yang lebih kokoh, memperkuat kimia organik. Ide tentang struktur berkembang dari identifikasi sederhana hubungan antar atom ke arah pemahaman mengenai kekuatan ikatan. Pada tahun 1916, Gilbert N. Lewis dari Universitas California di Berkeley menggambarkan ikatan kovalen sebagai penggunaan pasangan elektron bersama. Linus Pauling dari Institus Teknologi California kemudian menjabarkan skema ikatan yang lebih terperinci berdasarkan ide Lewis dan konsep resonansi, sebutan yang diambilnya dari mekanika kuantum, fisika teoritis.

kimia organik linus pauling

Linus Pauling digambarkan dalam perangko volta tahun 1977. Rumus kimia didalamnya menggambarkan dua bentuk resonansi benzena, dan gambar latar belakang ledakan melambangkan upaya Pauling untuk membatasi pengujian senjata nuklir saat itu.

Setelah para kimiawan meraih berbagai apresisasi untuk prinsip-prinsip dasar ikatan, maka langkah logis selanjutnya adalah pemahaman bagaimana reaksi kimia dapat terjadi. Diantara ilmuwan awal yang paling menonjol terkait kajian ini adalah dua ahli kimia organik dari Inggris, Sir Robert Robinson dan Sir Christopher Ingold. Keduanya merupakan tenaga pengajar, dimana Robinson menghabiskan sebagian besar karirnya di Oxford sementara Ingold berada di University College, London.

Robinson, yang pada dasarnya tertarik pada kimia bahan alam, memiliki pemikiran yang tajam dan menembus teori tersebut. Dia mampu memahami elemen mendasar dari teori struktur Lewis dan menerapkannya pada proses reaksi kimia dengan menyarankan bahwa perubahan kimia dapat dipahami dengan berfokus pada elektron. Sebagai hasilnya, Robinson menganalisis reaksi organik dengan melihat elektron dan memahami bahwa atom berpindah ketika proses transfer elektron terjadi. Ingold menerapkan metode kuantitatif kimia fisik untuk mengkaji reaksi organik untuk lebih memahami urutan kejadian, mekanisme, dimana zat organik berubah menjadi produk pada kondisi tertentu.

Pemahaman kita saat ini tentang mekanisme reaksi dasar cukuplah baik, karena sebagian besar reaksi dasar kimia organik telah diteliti dengan cermat hingga tingkat dimana kita dapat membayangkan dengan relatif jelas tentang intermediet yang terjadi selama proses perubahan reaktan menjadi produk. Kelanjutan prinsip-prinsip mekanisme untuk reaksi yang terjadi pada sistem makhluk hidup, adalah area pengembangan dimana sejumlah besar pertanyaan penting harus dijawab.

GRATIS Artikel KELASKIMIA.COM Langsung ke Email Anda !
masukkan email anda dan klik IYA MAU
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
We respect your privacy

About muhaimin nurrahman

hamba Allah SWT | umat Rasulullah Muhammad SAW

Tinggalkan Komentar