Berzelius, Wöhler, dan Vitalisme

KIMIA ORGANIK | Berzelius, Wöhler, dan Vitalisme

Daftar Isi Materi Kimia Organik

Peralihan masa dari abad 18 ke abad 19, Jons Jacob Berzilius  muncul sebagai salah satu ilmuwan terkemuka dari generasinya. Berzilius, yang berpendidikan kedokteran, memiliki ketertarikan dan telah membuat banyak kontribusi di berbagai bidang kimia. Dia adalah yang menciptakan istilah “Kimia Organik” untuk kajian senyawa yang berasal dari alam. Berzilius, sama seperti hampir semua orang pada saat itu, menganut doktrin yang dikenal sebagai vitalisme. Vitalisme menyatakan bahwa sistem makhluk hidup memiliki sebuah “kekuatan vital” yang tidak terdapat pada sistem benda mati. Senyawa yang berasal dari alam (organik) dianggap berbeda secara fundamental terhadap senyawa anorganik, diyakini bahwa senyawa organik dapat dibuat di laboratorium, sedangkan senyawa anorganik tidak bisa-setidaknya tidak bisa dibuat dari bahan anorganik.

Tahun 1823, Friedrich Wöhler, baru saja menyelesaikan studi kedokterannya di Jerman, melakukan perjalanan ke Stockholm untuk belajar ke Berzelius. Satu tahun kemudian Wöhler menerima posisi mengajar kimia dan melakukan penelitian di Berlin. Dia melanjutkan studinya untuk meraih karir yang cemerlang, menghabiskan sebagian besar masa studi lanjutan di Universitas Göttingen, tapi yang paling dikenal darinya adalah artikel singkat yang dipulikasikannya pada tahun 1828. Wöhler mencatat bahwa ketika ia menguapkan larutan amonium sianat, dihasilkan “kristal tak berwarna yang bening dengan panjang lebih dari satu inci,” yang bukan amonium sianat tetapi ternyata adalah urea.

KIMIA ORGANIK KIMIA ORGANIK

Perubahan yang diamati oleh Wöhler adalah, salah satu garam anorganik, amonium sianat, diubah menjadi urea, suatu zat organik yang sebelumnya diisolasi dari urin. Percobaan ini sekarang diakui sebagai tonggak sains, langkah pertama menuju keruntuhan filsafat vitalisme. Meskipun apa yang Wöhler lakukan, sintesis senyawa organik di laboratorium dari bahan dasar anorganik mampu menyerang dasar dogma vitalisme, namun vitalisme tidaklah runtuh hanya dalam semalam. Wöhler tidak membuat klaim berlebihan tentang hubungan antara penemuannya dengan teori vitalisme, tapi teori tersebut dengan sendiri tersingkir, beberapa generasi berikutnya kimia organik semakin besar pengaruhnya dibanding vitalisme.

Apa yang dilakukan Wöhler dan gurunya Berzelius pada penelitian ini, sangat sedikit hubungannya dengan vitalisme. Berzilius tertarik melakukan penelitian karena dua zat yang jelas berbeda memiliki komposisi unsur yang sama, dan dia menemukan istilah isomerisme untuk mendefinisikannya. Fakta bahwa senyawa anorganik (amonium sianat) dari rumus molekul CH4N2O bisa diubah menjadi senyawa organik (urea) dari rumus molekul yang sama memiliki pengaruh penting pada konsep isomerisme.

kimia organik

Perangko swedia tahun 1979 sebagai penghormatan kepada Berzelius

kimia organikPerangko Jerman diatas menggambarkan model molekul urea dan dikeluarkan pada tahun 1982 untuk memperingati ulang tahun keseratus kematian Wöhler.

GRATIS Artikel KELASKIMIA.COM Langsung ke Email Anda !
masukkan email anda dan klik IYA MAU
I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )
We respect your privacy

About muhaimin nurrahman

hamba Allah SWT | umat Rasulullah Muhammad SAW

Tinggalkan Komentar